Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami - Pengobatan Penyakit Kelamin

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS

Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami

Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami


Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami_ Jika anda sedang mencari cara untuk membantu proses penyembuhan penyakit sipilis, anda harus membaca artikel di bawah. Karena kami akan menjelaskan tentang penyakit sipilis, penyebab penyakit sipilis, gejala penyakit sipilis, dan sekaligus kami akan membantu anda dalam mengobati penyakit sipilis secara alami. Jika anda ingin tau lebih lengkapnya, anda bisa baca juga di artikel Cara Mengobati Penyakit Sipilis Atau Raja Singa

HUBUNGI KAMI:
0812 2525 5587 (WA/TLP/SMS)
0819 7722 6071 (WA/TLP/SMS)

Pengertian Penyakit Sipilis

Sipilis adalah Penyakit menular seksual (PMS). Penyakit sipilis disebut juga penyakit raja singa. Sipilis ini biasanya banyak terjadi pada pria gay atau biseksual. Apa saja gejala dan tanda-tanda dari penyakit kelamin ini? Sipilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya vagina atau mulut) atau melalui kulit. Sipilis berkembang dalamempat tahap, dan gejalanya bervariasi dengan setiap tahap. Tetapi tahapan dan gejalanya tidak selalu urutan.

Sipilis adalah penyakit kelamin yang dapat menyerang siapa saja termasuk pria dan wanita. Pada wanita gejala dari penyakit sipilis umumnya tidak nampak. Hampir 60% wanita yang menderita penyakit ini tidak menyadari diri mereka terkena sipilis karena tidak ada gejala yang muncul. Wanita pada umumnya menyadari bahwa mereka tertular penyakit ini setelah mengetahui pasangan mereka tertular sipilis. Pada wanita penyakit ini dapat menyebar dan meyebankan kerusakan di bagian tubuh wanita seperti mata, hati, dan jantung. Penyakit ini sendiri pada umumnya menyerang area anus, kemaluan, dan mulut penderita. Terserang penyakit ini juga meningkatkan risiko seorang wanita terinfeksi HIV/ AIDS. Wanita yang menderita penyakit ini juga berpotensi membawa bibit penyakit untuk bayi yang mereka kandung.

Gejala Penyakit Sipilis

Gejala penyakit sipilis atau raja singa berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal itu.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sipilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sipilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

  • Beberapa waktu penderita akan mengalami anemia
  • Kemudian akan muncul ruam yang berwarna kemerahan di daerah organ vital dan biasanya terasa gatal
  • Timbul kerontokan pada rambut
  • Terdapat luka yang terbuka seperti infeksi akibat digigit serangga

Tanda-tanda Penyakit Sipilis

Sipilis Atau Raja Singa Primer

Sipilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.

Sipilis Atau Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.

Sipilis Atau Raja Singa Sekunder

Sipilis sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.

Sipilis sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.

Sipilis Atau Raja Singa Laten

Sipilis atau Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.

Sipilis Atau Raja Singa Tersier

Pasien dengan Sipilis tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Sipilis gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.

Sipilis Atau Raja Singa Kongenital

Sipilis kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.

Wanita yang sedang hamil dan menderita sifilis bisa menularkan infeksi ini pada janinnya. Janin dapat tertular infeksi saat di dalam kandungan atau pun sesaat setelah dilahirkan. Risiko ini bisa dikurangi jika si ibu hamil diobati sebelum kehamilan mencapai 4 bulan. Jika ibu hamil tidak diobati, komplikasi berikut bisa terjadi:

  • Bayi lahir dengan sifilis
  • Bayi lahir prematur
  • Keguguran
  • Kelahiran mati atau bayi mati dalam kandungan
  • Kematian bayi tidak lama setelah dilahirkan

Bayi yang lahir dengan kongenital sifilis biasanya tidak memiliki gejala apa pun. Tapi ada kemungkinan untuk munculnya ruam pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala yang mungkin berkembang nantinya pada anak yang lahir dengan sifilis adalah:

  • Masalah pendengaran
  • Batang hidup yang rata
  • Deformasi gigi
  • Tuli
  • Pertumbuhan tulang yang abnormal

Tanyakan kepada dokter jika Anda menderita sifilis dan sedang dalam keadaan hamil.

Apa Saja Ciri-ciri Penyakit Sipilis

Penyakit Raja Singa pada pria dan wanita memiliki ciri-ciri yang berbeda. untuk itu harus benar-benar di pahami bagi yang sedang mengalami tanda atau ciri-ciri dari Sipilis atau Raja Singa, dan untuk segera melakukan pengobatan.

Orang yang terinfeksi sipilis dan mendapatkan pengobatan masih mungkin terinfeksi lagi kalau mereka melakukan hubungan seksual dengan penderita Sipilis. Beberapa pria penderita Sipilis mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Akan tetapi, sebagian pria menunjukkan tanda dan gejala yang tampak 1- 14 hari setelah terinfeksi. Ciri-ciri dan tandanya termasuk rasa panas ketika buang air seni, atau keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau hijau dari penis. Kadang-kadang pria penderita Sipilis mengalami nyeri atau pembengkakan pada testis.

Ciri-ciri Penyakit Sipilis Pada Wanita

  1. Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  2. Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  3. Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  4. Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Adanya perubahan warna kulit dan mata
  6. Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.

Komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

Ciri-ciri Penyakit Sipilis Pada Pria

Adanya lepuhan yang terdapat di alat vital pria. Biasanya pada tahap awal, kulit terbuka seperti melepuh itu, tidak terasa sakit. Namun kalau tidak diambil tindakan, sipilis yang disebabkan oleh bakteri ini bisa saja kumat dan akan menimbulkan akibat yang fatal. Adanya pembengkakan pada getah bening, atau tonjolan mirip kutil yang sangat menular yang biasanya terdapat di sekitar anus dan ketiak, sudah merupakan ciri-ciri penyakit sipilis lanjutan. Bahkan bila sipilis berlanjut ke tahap berikutnya, maka efeknya bisa merusak banyak organ tubuh lainnya. Bahkan tulangpun bisa rapuh oleh sipilis.

  1. Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  2. Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  3. Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  4. Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  5. Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  6. Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  7. Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  8. Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  9. Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  10. Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Penularan Penyakit Sipilis

Sipilis terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Sipilis?

Pencegahan Penyakit Sipilis

Tidak ada vaksin yang efektif untuk pencegahan. Berpantang dari kontak fisik intim dengan orang yang terinfeksi secara efektif mengurangi penularan Raja Singa, seperti penggunaan yang tepat dari kondom lateks. Namun, penggunaan kondom, tidak sepenuhnya menghilangkan risiko. Oleh karena itu, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan hubungan jangka panjang dengan satu pasangan yang tidak terinfeksi dan menghindari zat seperti alkohol dan zat terlarang lainnya yang dapat meningkatkan risiko perilaku seksual.

Sipilis atau Raja Singa bawaan pada bayi dapat dicegah dengan penapisan ibu selama awal kehamilan dan mengobati mereka yang terinfeksi. United States Preventive Services Task Force (USPSTF) sangat merekomendasikan penapisan universal pada semua wanita hamil, sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan agar semua wanita dites pada kunjungan pertama antenatal dan sekali lagi pada trimester ketiga. Jika mereka positif, mereka menganjurkan agar pasangan mereka juga dirawat. Meskipun demikian, Raja Singa bawaan masih banyak terjadi di negara berkembang, karena banyak wanita yang sama sekali belum menerima perawatan antenatal, dan bahkan perawatan lain sebelum melahirkan yang diterima tidak termasuk penapisan, dan ini terkadang masih terjadi di negara maju, karena mereka yang kemungkinan besar tertular Raja Singa (melalui penggunaan obat-obatan terlarang, dll.) adalah yang paling sedikit menerima perawatan selama kehamilan. Beberapa langkah untuk meningkatkan akses ke tes tampaknya efektif untuk mengurangi tingkat Raja Singa bawaan di negara berpendapatan rendah sampai menengah.

Jangan Tunda Pengobatan Penyakit Anda..!!
Sebelum Semakin Parah..!!
Sebelum Sulit di Obati..!! Sebelum Terlambat..!!
Segera Dapatkan Pengobatan Yang Tepat

Saran Pengobatan Penyakit Sipilis

Pengobatan Penyakit Kelamin_Pengobatan sipilis sangat mudah dilakukan. Pengobatan umumnya adalah dengan menggunakan antibiotik berupa suntikan penisilin. Jika tidak diobati, penyakit sipilis bisa berbahaya dan bisa berujung kepada kematian.

Kami dari De Nature Indonesia membantu anda dalam proses penyembuhan penyakit yang sedang anda derita. Produk De Nature Indonesia sudah tercantum di BPOM dan DINKES no.503/1259/2016/2.

Bagaimana Cara Pemesanan Obatnya?

Contoh Format Pemesanan: ANDRE#JL>GARUDA NO 277 JAKARTA#Obat Raja Singa#3 PAKET#Bank Yang Akan Anda Gunakan (Bca, Bni, Bri, Mandiri)

Setelah Anda Sms Format Pemesanan Kami Akan Membalas Jumlah Yang Harus Ditransfer Beserta No Rekening Kami. Selanjutnya Silahkan Lakukan Pembayaran Dan Setelah Anda Transfer Segera Lakukan Konfirmasi Pembayarannya Seperti Contoh Dibawah Ini.

Transfer Via Bank Dibawah Ini:

Contoh Konfirmasi Pembayaran: Dani Saputra#Jl. Garuda No 2546 Kemayoran Jakarta Pusat#085 869 978 978#Obat Raja Singa#Sudah Transfer Rp.1000.000 Via Bca An.Sugeng

Kirim via SMS ke 0812 2525 5587 Atau Ke 0819 7722 6071

Demikian sekilas info mengenai penjelasan Sipilis, ciri-ciri Sipilis dan pengobatan Sipilis yang dapat saya sampaikan kepada anda. semoga info ini bermanfaat bagi anda yang sedang membutuhkan obat Sipilis.

Silahkan hubungi kami dan konsultasikan masalah penyakit yang sedang anda derita. Insyaallah atas izin allah, penyakit yang sedang anda derita bisa sembuh.

Tunggu apa lagi? Ayo kita Cegah Sipillis dengat obat herbal!!!

PELAYANAN 24 JAM

~~ooOoo~~

Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami
Artikel "Mengobati Penyakit Sipilis Secara Alami" ditulis oleh admin update terakhir pada 8th September 2017 Categories: Penyakit Sipilis, Sipilis Tags: , , , , , , , , , permalinks http://www.pengobatanpenyakitkelamin.com/2017/09/mengobati-penyakit-sipilis-secara-alami/ di Pengobatan Penyakit Kelamin

Related Posts:

Konsultasi dan pemesanan obat

Silahkan Hubungi Kami
HP. 0812 2525 5587
[Call/SMS/Whatsapp]
HP. 0819 7722 6071
[Call/SMS/]
BBM: DA0CBDDE

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS


2014 - Pengobatan Penyakit Kelamin